Kamis, 26 Desember 2013

Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 Konsinyasi



Pengertian Konsinyasi
Konsinyasi (consignment) menurut Hadori Yunus – Harnanto adalah suatu perjanjian dimana salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barangnya kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikan komisi tertentu.
Pemilik yang memiliki barang atau yang menitipkan barang disebut pengamanat (consignor), sedang pihak yang dititipi barang disebut disebut komisioner (consignee). Bagi pengamanat barang yang dititipkan kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan persyaratan tertentu biasa disebut sebagai barang-barang konsinyasi (consignment out), sedangkan bagi pihak penerima barang-barang ini disebut dengan barang-barang komisi (consignment in).
Dalam transaksi konsinyasi penyerahan barang dari pengamanat kepada komisioner tidak diikuti dengan penyerahan hak milik atas barang yang bersangkutan. Meskipun diakui bahwa dalam transaksi konsinyasi itu telah terjadi perpindahan pengelolaan dan penyimpanan barang kepada komisioner, namun demikian hak milik atas barang yang bersangkutan tetap berada pada pengamanat (consignor). Hak milik akan berpindah dari pengamanat apabila komisioner telah berhasil menjual barang tersebut kepada pihak ketiga.
            Terdapat perbedaan prinsipal antara transaksi penjualan dengan transaksi konsinyasi. Dalam transaksi penjualan hak milik atas barang berpindah kepada pembeli  pada saat penyerahan barang. Di dalam transaksi konsinyasi penyerahan barang dari pengamat kepada komisioner tidak diikuti adanya hak milik atas barang yang bersangkutan.

Karakteristik dan Keuntungan Penjualan Konsinyasi
            Karakteristk penjualan konsinyasi yang sekaligus merupakan perbedaan perlakuan akuntansi dengan transaksi penjualan yaitu :
a)      Barang-barang konsinyasi harus dilaporkan sebagai persediaan oleh pengamanat karena hak milik atas barang-barang konsinyasi masih berada ditangan pengamanat. Barang-barang konsinyasi tidak boleh diakui sebagai persediaan oleh pihak komisioner (consignee).
b)      Pengiriman barang-barang konsinyasi tidak mengakibatkan timbulnya pendapatan dan tidak boleh dipakai sebagai kriteria untuk mengakui timbulnya pendapatan, baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner sampai barang dagangan dapat dijual kepada pihak ketiga.
c)      Pihak pengamanat (consignor) sebagai pemilik barang tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua biaya yang berhubungan dengan barang-barang konsinyasi sejak saat pengiriman sampai dengan saat komisioner berhasil menjual barang tersebut kepada pihak ketiga. Kecuali ditentukan lain dalam perjanjian diantara kedua belah pihak.
d)     Komisioner dalam batas kemampuannya mempunyai kewajiban untuk menjaga keamanan dan keselamatan barang-barang komisi yang diterimanya itu. Oleh karena itu komisioner perlu menyelenggarakan administrasi yang baik dan tertib.   

Pada pelaksanaan penjualan konsinyasi sebaiknya kontrak perjanjian antara pengamanat dan komisioner harus dibuat terlebih dahulu. Isi perjanjian biasanya terdiri dari beban-beban yang dikeluarkan oleh komisioner yang ditanggung oleh pengamanat, kebijaksanaan harga jual dan syarat kredit, komisi bagi komisioner dan laporan pertanggungjawaban oleh komisoner kepada pengamanat (account sale) yang dilakukan secara berkala atas barang-barang yang sudah terjual dan pengiriman uang hasil penjualan tersebut.
Alasan-alasan bagi pengamat untuk mengadakan perjanjian konsinyasi
{  Konsinyasi merupakan suatu cara untuk lebih memperluas pasaran yang dapat dijamin oleh seorang produsen, pabrikan,atau distributor.
{  Resiko-resiko tertentu dapat dihindari oleh pengamat.
{   Mungkin pengamat ingin mendapatkan penjualan khusus dalam perdagangan barang
             barangnya, terutama untuk ternak, hasil pertanian, dan lain-lain.
{  Harga eceran barang-barang yang bersangkutan tetap dapat dikontrol oleh pengamat, demikian pula terhadap jumlah barang-barang yang siap dipasarkan dan stock barang-barang tersebut.
Alasan-alasan komisioner menerima perjanjian konsinyasi, antara lain:
  Komisioner dilindungi dari kemungkinan resiko gagal untuk memasarkan barang
     barang tersebut atau keharusan menjual dengan rugi.
  Resiko rusaknya barang dan adanya fluktasi harga dapat dihindarkan.
  Kebutuhan akan modal kerja dapat dikurangi, sebab adanya barang-barang
     konsinyasi yang di titipkan oleh pengamat.
Hak-hak dan Kewajiban-kewajiban berhubungan dengan perjanjian konsinyasi
            Ketentuan-ketentuan dalam perjanjian konsinyasi pada umumnya dinyatakan secara tertulis yang menekankan hubungan kerja sama antar kedua pihak. Selain ketentuan dalam perjanjian, ada juga ketentuan umum yang diatur oleh undang-undang (hukum) yang berlaku dalam dunia perdagangan, antara lain:
1.       Tentang hak-hak komisioner
a)      Komisioner berhak mendapatkan komisi dan penggantian biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang titipan tersebut, sesuai dengan jumnlah yang diatur dalam perjanjian diantara dua pihak.
b)      Dalam batasan-batasan tertentu biasanya kepada kuosioner diberikan hak untuk memberikan jaminan terhadap kualitas barang yang dijualnya.
c)       Untuk menjamin pemasaran barang yang bersangkutan komisioner berhak memberikan syarat-syarat pembayaran kepada langganan seperti yang berlaku pada umumnya untuk barang-barang yang sejenis, mskipun pengamanat dapat mengadakan pembatasn-pembatasn yang harus dinyatakan dalam perjanjian.
2.      Tentang Kewajiban-kewajiban komisioner
a)      Melindungi keamanan dan keselamatan barang-barang yang diterima dari pihak pengamat.
b)      Mematuhi dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjual barang-barang milik pengamat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam perjanjian.
c)      Mengelola secara terpisah baik dari segi phisik maupun administratip terhadap barang-barang milik pengamat, sehingga identitas barang-barang tersebut tetap dapat diketahui setiap saat.
d)     Membuat laporan secara periodik tentang barang yang diterima, barang-barang yang berhasil dijual dan barang-barang yang masih dalam persediaan serta mengadakan penyelesaian keuangan seperti dinyatakan dalam perjanjian.  

Akuntansi untuk Penjualan Konsinyasi
v  Prosedur akuntansi penjualan konsinyasi untuk pengamanat
1.      Metode terpisah
Di dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari kegiatan konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari rugi laba yang biasa. Untuk memisahkan tersebut maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan konsinyasi juga harus dipisahkan . Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Konsinyasi”. Rekening ini akan di debit dengan biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang konsinyasi. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening   “Barang Konsinyasi” adalah:
Pendebitan:
·         Harga pokok barang konsinyasi yang dikirim
·         Biaya pengiriman barang-barang konsinyasi
·         Biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi yang dibayar oleh komisioner akan tetapi ditanggung oleh pengamanat. Termasuk di dalam kelompok ini misalnya komisi, biaya perakitan dan sebagainya.
Pengkreditan
Pengkreditan terhadap rekening barang konsinyasi adalah hasil penjualan barang konsinyasi.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat hanya mencakup 4 transaksi, yaitu:
1.      Pengiriman barang konsinyasi
2.      Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi
3.      Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner
4.      Menerima pembayaran dari komisioner.
Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:
a.       Pengiriman barang konsinyasi
Transaksi ini akan dicatat:
Barang konsinyasi                                           xxx
Persediaan                                                       xxx
b.      Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi
Transaksi ini akan dicatat:
Barang konsinyasi                                           xxx
Kas                                                                  xxx
c.       Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner
Pada saat menerima laporan pertanggungjawaban tersebut pengamanat akan mengetahui 3 hal, yaitu:
ü  Penjualan barang konsinyasi
ü  Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi
ü  Pembayaran yang akan diterima dari komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Piutang- komisioner                            xxx
Barang konsinyasi                               xxx
Barang konsinyasi                               xxx
d.      Menerima pembayaran dari komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Kas                                                                  xxx
Piutang- komisioner                                                    xxx

Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut antara lain:
1.      PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ
2.      Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan
3.      Semua biaya ditanggung oleh PT ABC
4.      Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.
Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:
1.      PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp. 300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00
2.      PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00
3.      Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00
4.      Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
5.      Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC
6.      Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:
-          Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00                          = Rp. 50.000.000,00
-          Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00
-          Biaya                          200.000,00 +                                    7.700.000,00
            Kas yang dikirim                                                               Rp. 42.300.000,00

Jurnal yang dibuat oleh PT ABC adalah:
Transaksi 1
Transaksi ini dicatat:
Barang konsinyasi                               Rp. 30.000.000,00
Persediaan                                           Rp. 30.000.000,00
Transaksi 2
Transaksi ini dicatat:
Barang konsinyasi                               Rp. 500.000,00
Kas                                                      Rp. 500.000,00
Transaksi 3
Transaksi ini  tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 4
Transaksi ini  tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 5
Transaksi ini dicatat:
Piutang-komisioner                             Rp. 42.300.000,00
Barang konsinyasi                               Rp. 7.200.000,00
Barang konsinyasi                               Rp. 50.000.000,00
Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Kas                                                      Rp. 42.300.000,00
Piutang komisioner                             Rp. 42.300.000,00

2.      Metode tidak terpisah
Di dalam metode laba atau rugi dari kegiatan konsinyasi tidak dipisahkan dengan laba (rugi) dari kegiatan yang reguler. Oleh karena itu, biaya dan pendapatan yang berhubungan dengan kegiatan konsinyasi dicampur dengan pendapatan dan biaya yang reguler.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat di dalam metode ini hanya mencakup 3 transaksi, yaitu:
a.       Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi
b.      Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner
c.       Menerima pembayaran dari komisioner
Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:
a.       Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi
Transaksi ini akan dicatat:
Biaya  transport                                               xxx
Kas                                                                  xxx
b.      Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner
Pada saat menerima laporan pertanggungjawaban tersebut pengamanat akan mengetahui 3 hal, yaitu:
ü  Penjualan barang konsinyasi
ü  Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi
ü  Pembayaran yang akan diterima dari komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Piutang- komisioner                            xxx
Biaya                                                   xxx
Penjualan                                             xxx
Apabila perusahaan menggunakan sistem perpetual pengamanat harus mencatat juga harga pokok penjualan.
c.       Menerima pembayaran dari komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Kas                                                                  xxx
Piutang- komisioner                                        xxx
Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut antara lain:
1.      PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ
2.      Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan
3.      Semua biaya ditanggung oleh PT ABC
4.      Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.
Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:
1.      PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp. 300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00
2.      PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00
3.      Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00
4.      Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
5.      Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC
6.      Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:
-          Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00                          = Rp. 50.000.000,00
-          Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00
-          Biaya                          200.000,00 +                                    7.700.000,00
            Kas yang dikirim                                                                     Rp. 42.300.000,00
Jurnal yang dibuat oleh PT ABC adalah:
Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 2
Transaksi ini dicatat
Biaya transport                                    Rp. 500.000,00
Kas                                                      Rp. 500.000,00
Transaksi 2
Transaksi ini dicatat:
Barang konsinyasi                               Rp. 500.000,00
Kas                                                      Rp. 500.000,00
Transaksi 3
Transaksi ini  tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 4
Transaksi ini  tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 5
Transaksi ini dicatat:
Piutang-komisioner                             Rp. 42.300.000,00
Biaya                                                   Rp.   7.700.000,00
Barang konsinyasi                               Rp. 50.000.000,00
            Harga pokok penjualan                       Rp. 30.000.000,00
Persediaan                                           Rp. 30.000.000,00

Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Kas                                                      Rp. 42.300.000,00
Piutang komisioner                             Rp. 42.300.000,00

v  Prosedur akuntansi penjualan konsinyasi untuk komisioner
1.      Metode terpisah
Di dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari kegiatan konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari rugi laba yang biasa. Untuk memisahkan tersebut maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan komisioner juga harus dipisahkan . Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Komisi”. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang komisi dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang komisi. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening   “Barang Komisi” adalah:
Pendebitan
Pendebitan terhadap rekening ini terdiri atas:
·         Biaya perakitan
·         Jumlah yang harus dibayarkan kepada pengamanat
Pengkreditan
Pengkreditan terhadap rekening barang komisi adalah hasil penjualan barang komisi.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh komisioner hanya mencakup 4 transaksi, yaitu:
1.      Membayar  biaya angkut / perakitan
2.      Menjual barang komisi
3.      Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada pengamanat
4.      Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner
Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:
1.      Membayar  biaya angkut / perakitan
Transaksi ini akan dicatat:
Barang komisi                         xxx
Kas                                          xxx

2.      Menjual barang komisi
Transaksi ini akan dicatat:
Kas                                          xxx
Barang komisi                         xxx
3.      Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada pengamanat
Transaksi ini akan dicatat:
Barang komisi                         xxx
Utang pengamanat                  xxx
4.      Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Utang pengamanat                  xxx
Kas                                          xxx
Saldo rekening “barang komisi” akan menunjukkan laba atau rugi dari kegiatan konsinyasi. Pada akhir periode saldo tersebut ditutup ke rekening “ikhtisar laba rugi”
Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut antara lain:
1.      PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ
2.      Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan
3.      Semua biaya ditanggung oleh PT ABC
4.      Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.
Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:
1.      PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp. 300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00
2.      PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00
3.      Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00
4.      Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
5.      Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC
6.      Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:

-          Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00                          = Rp. 50.000.000,00
-          Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00
-          Biaya                          200.000,00 +                                    7.700.000,00
            Kas yang dikirim                                                                     Rp. 42.300.000,00
Jurnal yang dibuat oleh Toko XYZ adalah:
Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 2
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 3
Transaksi ini dicatat
Barang komisi                                     Rp. 200.000,00
Kas                                                      Rp. 200.000,00
Transaksi 4
Transaksi ini dicatat:
Kas                                                      Rp. 50.000.000,00
Barang komisi                                     Rp. 50.000.000,00
Transaksi 5
Transaksi ini dicatat:
Barang komisi                                     Rp. 42.300.000,00
Utang pengamanat                              Rp. 42.300.000,00
Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Utang pengamanat                              Rp. 42.300.000,00
Kas                                                      Rp. 42.300.000,00


2.      Metode tidak terpisah
Di dalam metode ini laba atau rugi dari kegiatan komisioner tidak dipisahkan dengan laba (rugi) dari kegiatan yang reguler. Oleh karena itu, biaya dan pendapatan yang berhubungan dengan kegiatan komisioner dicatat seperti halnya pendapatan dan biaya yang reguler.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh komisioner di dalam metode ini hanya mencakup 3 transaksi, yaitu:
1.      Membayar  biaya angkut / perakitan
2.      Menjual barang komisi
3.      Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:
1.      Membayar  biaya angkut / perakitan
Transaksi ini akan dicatat:
Utang pengamanat                              xxx
Kas                                                      xxx
2.      Menjual barang komisi
Transaksi ini akan dicatat:
Kas                                                      xxx
            Penjualan                                             xxx
3.      Mengirim pembayaran kepada pengamanat
Transaksi ini akan dicatat:
Utang pengamanat                              xxx
            Kas                                                      xxx
Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut antara lain:
1.      PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ
2.      Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan
3.      Semua biaya ditanggung oleh PT ABC
4.      Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.
Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:
1.      PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp. 300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00
2.      PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00
3.      Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00
4.      Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
5.      Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC
6.      Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:
-          Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00                          = Rp. 50.000.000,00
-          Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00
-          Biaya                          200.000,00 +                                    7.700.000,00
            Kas yang dikirim                                                                     Rp. 42.300.000,00
Jurnal yang dibuat oleh Toko XYZ adalah:
Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 2
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 3
Transaksi ini dicatat
Utang pengamanat                              Rp. 200.000,00
Kas                                                      Rp. 200.000,00
Transaksi 4
Transaksi ini dicatat:
Kas                                                      Rp. 50.000.000,00
penjualan                                             Rp. 50.000.000,00
dan
            Harga pokok penjualan                       Rp. 42.500.000,00
                        Utang pengamanat                              Rp. 42.500.000,00
Transaksi 5
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Utang pengamanat                              Rp. 42.300.000,00
Kas                                                      Rp. 42.300.000,00

17 komentar:

  1. lengkap gan. makasih...

    BalasHapus
  2. sumbernya apagan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suparwoto, L, 2011, akuntansi keuangan lanjutan, Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.
      Sumber Website:
      http://deanangs.wordpress.com/2012/11/12/contoh-soal-konsinyasi/
      http://lecturer.poliupg.ac.id
      http://resum.wordpress.com/2010/12/28/penjualan-konsinyasi/
      http://goklatenjualango.blogspot.com/2012/10/pengertian-penjualan-konsinyasi

      Hapus
    2. Suparwoto, L, 2011, akuntansi keuangan lanjutan, Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.
      Sumber Website:
      http://deanangs.wordpress.com/2012/11/12/contoh-soal-konsinyasi/
      http://lecturer.poliupg.ac.id
      http://resum.wordpress.com/2010/12/28/penjualan-konsinyasi/
      http://goklatenjualango.blogspot.com/2012/10/pengertian-penjualan-konsinyasi

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung mbak astri..

      Berikut sumbernya

      Suparwoto, L, 2011, akuntansi keuangan lanjutan, Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.
      Sumber Website:
      http://deanangs.wordpress.com/2012/11/12/contoh-soal-konsinyasi/
      http://lecturer.poliupg.ac.id
      http://resum.wordpress.com/2010/12/28/penjualan-konsinyasi/
      http://goklatenjualango.blogspot.com/2012/10/pengertian-penjualan-konsinyasi

      Hapus
    2. Terima kasih sudah berkunjung mbak astri..

      Berikut sumbernya

      Suparwoto, L, 2011, akuntansi keuangan lanjutan, Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.
      Sumber Website:
      http://deanangs.wordpress.com/2012/11/12/contoh-soal-konsinyasi/
      http://lecturer.poliupg.ac.id
      http://resum.wordpress.com/2010/12/28/penjualan-konsinyasi/
      http://goklatenjualango.blogspot.com/2012/10/pengertian-penjualan-konsinyasi

      Hapus
  4. Sori, berhubung blog ini selalu muncul di page 1. saya rasa harus ada revisi pada bagian HPP, dan penggunaan nama akun

    BalasHapus
  5. Bermanfaat banget,terimakasih infonya.

    BalasHapus
  6. Jazakallah khoir atas artikelnya

    BalasHapus
  7. Bg, gimna klau ad yg mereturn barangnya ke consigneenya? Ad ayat jurnalnya gak?? Atau dikirim lgi keconsigkeconsignor???

    BalasHapus
  8. terimakasih infonya, pas kebetulan lagi susun skripsi.

    BalasHapus